Senin, 08 April 2013

Aku dan Dia


Ada sebuah kisah nyata tentang Aku dan Dia, yang berawal dari pertemuan kami dia area parkir kampus. Aku sama sekali tidak mengenalinya jika saja Dia tidak mengenalkan dirinya padaku dan teman-teman saat itu. Iya, ternyata Dia adalah teman satu jurusan denganku, bahkan kami satu kelas. Dan yang tidak menyangka sama sekali adalah kenapa Aku tidak pernah melihat sosoknya diantara yang lain saat pertama kali masuk kampus.

Pertama kali kita bertemu itu bukan sesuatu yang disengaja, karna Aku melihatnya adalah sosok yang "aneh". Dia dengan penampilannya yang yaa agak sedikit nyentrik atau bisa dianggap aneh, norak, atau apalah itu. Kacamata besar dan tebal, Celana panjang yang bisa dibilang abis kebanjiran karna ngatung, Baju kemeja yang semuanya dikancing dari atas sampai bawah, Sepatu langsung masuk dan dekil karna dimakan usia, dan satu lagi yaitu cara jalannya yang kayak anak kecil, satu dua langkah. Itu adalah kesan pertamaku saat bertemu dengannya.

Dan pada suatu hari, Dia menyapa di sebrang jalan.
A : "Mau kemana??"
I : "Pulang ke kosan"
A : "Ohh boleh gak kapan-kapan main??"
Y : "Boleh tapi diluar!!", tiba-tiba temanku nyamber seperti listrik hahaha

Setelah percakapan itu, Aku meninggalkannya. Dan aku sadar setelah menengok ke belakang kalau Dia memperhatikanku dari kejauhan (aku peka yaaa hahaha).
Kami pun mulai akrab di kelas, tapi karna sikap pendiam dan maluku, Aku tidak berani untuk mendekatkan diri pada teman-teman yang lain. Tapi tidak dengannya, Dia menyapaku dan mengajakku mengobrol, yaa sekedar basa-basi. Dan karna pada saat itu Aku sedang makan permen, Aku tawari Dia permen, lalu Dia mengambilnya satu dari tanganku (lupa permen apa, yang pasti bukan mint hihi).
Salah satu temanku yang berinisial "Y" itu pernah diajaknya mengobrol. Sata itu temanku sedang membaca novel yang Dia pinjam dariku.
A : "lagi baca apa??"
Y : "baca novel", tanpa melihat kearah si penanya.
Temanku cerita kalau tadi Dia sempat diajak ngobrol olehnya, dan dia takut melihat kearah mukanya, karna Dia takut. Bukan karna apa-apa, Dia bilang kalau penampilannya aneh jadi Dia takut, yaa bisa dibilang takut atau lucu hahaha. Aku hanya bisa tertawa mendengar cerita temanku itu.

Semakin kesini kami semakin dekat dan akrab, bahkan Dia pernah gombal-in Aku saat kita sedang chatting di internet.
A : "Assalammualai'kum"
I : "Walaikumsallam"
A : "Ehh tau gak, tadi Aku makan ikan asin lho"
I : "Terus kenapa??"
A : "Iyaa, pas Aku inget mukamu, ikannya berubah jadi manis hahaha"
I : "Wuahahaha", ketawa ngakak
Dari situlah Aku sering becandain Dia dengan kata-kata yang Dia buat sendiri hahaha. Tapi Aku seneng, karna belum pernah ada yang gombalin Aku.

Lama-kelamaan kedekatan kami berdua lebih dari sekedar teman atau pun sahabat, melainkan adik dan kakak. Dia yang selalu menanyakan kabarku bagaimana, terlebih lagi jika sudah menyangkut kesehatan dan makanku. Pernah pada waktu itu, Dia datang malam-malam hanya untuk mengantarkan nasi goreng buatku, karna Aku bilang belum makan dan Aku juga sedang sakit, tidak ada yang menemaniku dirumah.
Dia adalah sosok yang sangat perhatian dan hangat untukku, perhatian dan kasih sayang seperti ayahku. Ketika Dia memberanikan diri bilang SUKA padaku, Aku sudah tau apa maksudnya, dan Aku sanagat menghargai perasaannya itu. Tapi disaat itu Aku tidak bisa menjawab pertanyaannya, karna bisa dibilang Aku pun juga sedang perang batin dengan diriku sendriri. Terlebih lagi Aku juga sedang patah hati karna laki-laki lain, dan Aku merasa takut untuk menerima cintanya, takut membuatnya kecewa.

Pada tanggal 18 Juli 2012, Aku beranikan diri untuk menerima cinta dan sayangnya. Meskipun Dia tau bagaimana perasaanku saat itu, tapi Dia tidak menghiraukannya. Satu sisi Aku merasakan sakit yang begitu dalam karna seseorang dimasa lalu, tapi di sisi yang lain Aku harus gembira karna merasa jadi perempuan yang memang patut dicintai oleh laki-laki. Iyaa, rasa senang dan sedih itu bercampur jadi satu, tapi Aku harus bisa menjalaninya dan mengambil keputusan yang bijak. Akhirnya Aku beranikan diri dengan bilang "Bismillah" kalau Aku ingin menatap masa depan tanpa ada bayang-bayang seseorang di masa lalu dan yang penting adalah memberi diriku kesempatan kalau Aku memang pantas untuk mencintai dan dicintai oleh laki-laki.
2 setelah Surat Keputusan Dia jatuh dan diangkat menjadi Ketua Umum salah satu Organisasi Mahasiswa kampus kami. Menjadi tanggal yang bersejarah untuk kami berdua.
Dari awal kami berkenalan, menjalin perteman, hingga sekarang kami telah menjalin sebuah hubungan yang cukup serius diantara kami. Sikap Dia sama sekali tidak berubah terhadapku, Dia masih dengan sosoknya yang sederhana dan berwibawa dimataku, walau terkadang sikap kerasnya muncul melebihi sikap kerasku, tapi itu wajar, karna Dia laki-laki yang memang sudah sepantasnya Aku menghormatinya.
Terkadang hati ini memang sering takut jika jauh bahkan kalau kehilangan Dia, dan membuatnya kecewa atas sikap-sikap ku selama ini kepadanya. Aku sangat menghargai usaha-usahanya selama ini agar aku dapat sekali saja menoleh padanya, meskipun sebentar.

Dia melihatku seperti lukisan yang cantik nan indah dan banyak dipandang oleh orang-orang di Galeri Lukisan. Dia melihat semua lukisan yang ada di galeri itu, tapi Dia bilang kalau Dia lebih memilih memandangi lukisan yang pertama kali Dia lihat. Karna seberapa jauhpun Dia memandangi lukisan lain di depan dan lebih cantik nan indah, Dia akan tetap kembali pada lukisan yang awal. Meskipun Dia tau kalau lukisan itu banyak yang melihat, Retak, ataupun warnanya hanya hitam dan putih saja, Dia tidak peduli.
Sudah hampir 1 tahun kami menjalani hubungan ini dan sangat berharap jika hubungan ini akan menemukan titik dimana keseriusan itu ada, tempat untuk menyatukan kedua hati dan keluarga kita. Meskipun ini hanya sebuah harapan, tapi bagiku ini adalah sebuah Doa yang amat ku ingin dapat terkabulkan oleh Allah swt, AMIIIIINN.
Banyak goresan tinta yang tergores dalam lukisan hati kita, mulai dari hitam dan yang berwarna cerah sekalipun, ada suka dan duka. Kita coba lalui semua itu dengan hati yang ikhlas yang sabar, meski kita tau bahwa akan ada titik dimana kita akan tau jawabannya apa. Semuanya kita serahkan pada yang Maha Pencipta, itu yang selalu kita lakukan.
Mulai dari sifat dan kebisaan hingga latar belakang keluarga pun sempat kita bahas sedikit demi sedikit, agar nantinya kita siap apa yang harus kita hadapi dan bagaimana caranya kita menyikapi ini semua.

Aku dan Dia bukanlah sosok yang sempurna, bahkan kami jauh dari kata sempurna, tapi Aku coba untuk sempurna dimatanya, dan semoga Dia juga berusaha menjadi yang sempurna dimataku. Karna ku tau apa yang dia katakan tentangnya itu bukanlah hal yang main-main, Aku selalu mencoba menjaga keperceyaan diantara kami berdua, begitupun juga dengannya. Kekurangan ditutupi oleh kelebihannya, begitupun juga kelebihan yang ku miliki aku gunakan untuk menutupi kekurangannya. Karna kami saling menutupi apa yang kurang dan berintrospeksi diri jika ada kelebihan-kelebihan yang memang kurang pantas.
Dari dulu hingga kini Dia selalu menjadi orang menjagaku, menjaga hatiku agar tidak tersakiti oleh semua siakap, yaa Dia selalu menjaga sikap dan perilakunya terhadapku. Aku merasa menjadi perempuan yang sangat istimewa dimatanya, lebih tepatnya adalah no. 2, karna yang perempuan pertama dihidupnya adalah Ibunya. Aku sangat bangga dan senang bisa jadi bagian dari hidupnya. Dia juga selalu memberiku semangat, entah Aku sedang bahagia atau jatuh.
Dia yang sabar menungguku selama 8 bulan lebih, padahal Dia tau kalau Aku sedang dekat dengan laki-laki lain, tapi Dia tetap ada disampingku. Semua usaha-usaha yang Dia lakukan selama ini memang tidak sia-sia. Dia lebih memilihku, walau Dia tau aku tidak akan memilihnya. Dia pun juga sempat dengan beberapa perempuan, yaa salah satunya adalah teman yang satu organisasi dengannya. Dia rela mengantarkan temannya itu sampai rumahnya, padahal Dia tau kalau jaraknya itu jauh dan Dia juga tidak punya SIM, tapi Dia tetap nekat mengantarnya pulang. Setelah sampai dirumahnya, Dia berniat akan mengutarakan perasaannya itu kepadanya, tapi Dia urungkan niatnya itu sampai saat ini. Karna dalam hatinya masih ada kepercayaan bahwa Aku akan menerimanya, yaa itulah yang membuatnya yakin dan mengurungkan niatnya tersebut. Dia sengaja dekat dengan perempuan-perempuan lain untuk membantunya membuang perasaanya untukku, bukan untuk pelarian, tapi Dia memang ingin sekali membuka hatinya untuk perempuan lain, karna Dia tau sudah tidak ada ruang dihatiku untuknya, yaa bisa dibilang Dia mulai menyerah. Tapi ternyata Dia memang tidak menyerah begitu saja. Dia mulai membuang kata-kata menyerah itu, dan Dia berusaha dengan keyakinan dihatinya kalau Aku akan menerima hatinya suatu saat nanti. Akhirnya semua keyakinan dan usahanya membuahkan hasil yang begitu baik.

Dia sempat bilang kalau takut dekat denganku, takut ada perasaan yang lebih untukku, makanya Dia waktu itu sempat menjauhiku tanpa alasan yang jelas. Tapi ku coba tanya, dan Dia juga jelaskan kenapa alasannya menjauhiku, iyaa Aku terima semua alasan-alasannya, meskipun Aku sudah tau kalau memang sudah ada perasaan lebih itu dari awal.
Pada tanggal 5 Januari 2012 lalu, Dia semapt mengirimiku kata-kata penyemangat seperti ini, "WAKTU KAN YANG NGEJAWAB SEMUA MASALAH LU BUAT APALAGI DIPIKIRIN BUANG JAUH-JAUH TATAP MASA DEPAN JANGAN CEMEN". Itu hanya beberapa kaliamat yang Dia beri untuk menyemangatiku. Aku sangat beruntung memilikinya, Dia yang selalu berusaha ada disampingku dan memberi warna baru dihidupku. Apalagi yang kuinginkan darinya Yaa Allah swt??? Dia sudah melengkapi apa yang kurang dari diriku.

Gombalan-gombalan yang masih ku ingat yaa hahaha :
1. Ikan asin yang jadi manis
2. Mau jadi Ikan Firanha biar bisa gigit Aku
3. Bilang kalau lagu "Your Beautiful" nya Cherrybell itu pengarangnya bikin biat Aku
4. Pilih jalan-jalan atau beli beras??
5. Mau beli makanan dimanapun, Dia tetep milih makan apa yang Aku bikin

Inilah kisah cintaku dengannya yang hanya bermula di area parkir tapi bisa berlanjut hingga sekarang. Semoga semua Doa dan harapan dapat kita wujudkan suatu hari nanti, dan diberi selalu kesabaran dan keyakinan pada hati kami masing-masing.

Temukan cinta dan jangan menyerah jika masih ada keyakinan dan kepercayaan dalam hati jika Dia memang akan berpaling pada kita suatu saat nanti.


2 komentar: