Jumat, 20 Januari 2012

Realita Kehidupan

Saya bingung dengan artian “anak jalanan” yang sering saya dengar. Kebanyakan mereka bilang bahwa anak jalanan itu kumuh, jorok, dan berandalan. Sebenarnya jika kita lihat lebih dalam lagi, mereka hanya segelintiran orang yang serba kekurangan untuk membiayai hidup.
Ya….membiayai hidup. Hidup yang memang benar-benar serba kekurangan. Untuk makan saja mereka harus bersusah payah mengais rejeki, bagaimana untuk melanjutkan sekolah atau membeli barang-barang bermerek apalagi yang mahal dan bagus. Kita memang bukan Negara maju yang semua penduduknya dapat mencukupi kebutuhannya, tetapi kita disini berbicara tentang Negara kita. Negara yang masih berstatus “berkembang” dimata Negara-negara yang telah maju.
Sudah “Negara berkembang” dan banyak juga “KKN” , mau jadi apa Negara ini ??? mau jadi boneka yang hanya dipermainkan kesana-kemari oleh orang-orang yang ingin melihat kehancuran dan kebobrokan Negara.
Dan yang jadi imbas dari semua ini adalah anak-anak yang memang tidak memiliki keberuntungan seperti mereka yang segala apapun yang diinginkan langsung tercapai. Tapi mereka harus kerja keras dahulu untuk melengkapi semuanya. Mereka mengemis, mengamen, hingga mencuri dan merampok pun akan mereka lakukan jika itu benar-benar terpepet oleh keadaan.
Jangan pernah kita lihat ke atas, karena apapun yang kita lihat pasti ingin terus dan terus. Cobalah lihat ke bawah, lihatlah keadaan saudara/I kita yang membutuhkan pertolongan dalam macam uang, tenaga, pikiran. Kita bisa bantu mereka, jika kita memang benar-benar ingin membantu.  
»»  READ MORE...

Muhasabah Cinta --- Edcoustic

wahai pemilik nyawa ku
betapa lemah diriku ini
berat ujian dari-Mu
ku pasrahkan semua pada-Mu

Tuhan baru ku sadar
indah nikmat sehat itu
tak pandai aku bersyukur
kini ku harapkan cinta-Mu

kata-kata cinta terucap indah
mengalir berdzikir di hidung doa ku
sakit yang ku rasa biar jadi penawar dosaku

butir-butir cinta air mataku
teringat semua yang Kau beri untuk ku
ampuni khilaf dan salah slama ini Yaa Illahi
muhasabah cinta ku

Tuhan kuatkan aku
lindungi ku dari putus asa
jika ku harus mati
pertemukan aku dengan-Mu
»»  READ MORE...

"(*_*)"

Sepasang kekasih sedang melaju lebih dari 100 km/jam di jalan dengan sebuah motor
Cewek : Pelan-pelan, aku takut.
Cowok : Tidak, ini menyenangkan.
Cewek : Tidak, ini sama sekali tidak menyenangkan. Please, aku takut !
Cowok : Baik, tapi katakan dulu bahwa kamu mencintaiku.
Cewek : Aku mencintaimu ! Sekarang pelankan motornya !
Cowok : Sekarang beri aku pelukan yang erat.
(Lalu si cewek memeluknya)
Cowok : Bisakah kamu melepas helmku & kamu pakai ???? Helm ini sangat menggangguku !
(Si cewek itu pun menurutinya)

Keesokan harinya ada berita di koran sebuah sepeda motor menabrak gedung karena rem-nya blong. Ada dua orang di atas motor itu, tetapi hanya satu orang yang selamat.
Yang terjadi sebenarnya adalah bahwa di tengah jalan saat kecepatan tinggi, si cowok berusaha me-Rem uutuk memperlambat, tapi si cowok menyadari bahwa rem motornya rusak, tapi dia tidak ingin membiarkan kekasihnya tau. Dia meminta kekasihnya berkata dia mencintainya & merasakan pelukannya, karena dia tau itu untuk terakhir kali baginya. Dia lalu menyuruhnya memakai helm supaya kekasihnya akan tetap hidup walaupun itu berarti ia yang akan mati...
»»  READ MORE...

Tanpamu

Jangan tanyakan kemana ayah ku pergi,
Jangan tanyakan kenapa ayah ku pergi,
Jangan tanyakan bagaimana ayah ku pergi,
Jangan tanyakan mengapa ayah ku pergi,
Karena itu adalah pertanyaan kematian yang sulit untuk ku jawab
Pertanyaan kematian yang sulit untuk ku ungkapkan dengan hati
Pertanyaan kematian yang sulit untuk ku tahu apa jawabannya
*
*
ku kan slalu merindukanmu dalam sepi dan riang ku
»»  READ MORE...

< K A U >

tetes demi tetes keringat k.a.u cucurkan ,
terik demi terik panasnya matahari k.a.u hiraukan ,
cacian dan makian pun tak k.a.u dengar ,
hanya demi butiran padi untuk dituang ,

tetes demi tetes air mata k.a.u curahkan ,
bait demi bait lantunan ayat suci k.a.u amalkan ,
waktu demi waktu pun k.a.u gunakan hanya demi mendapat ridho sang ilahi ,

kini keringatmu tlah habis ,
kini tangismu tlah tiada ,
dan kini waktumu pun tlah sirna ,
digantikan oleh cahaya indah di pipimu ,

teruslah menjadi cahaya hidupmu ,
hidup yg akan membawamu ke dalam surga nirwana ,
yang akan slalu membuatmu tersenyum ,
hingga bebanmu terasa seperti semilir angin di tepi pantai ,
teruslah tersenyum untuk hidupmu. .hidup ku. .dan hidup orang-orang yang menyayangimu
»»  READ MORE...

Hadiah untuk Sahabat

untuk sahabat ..
maaf ..
jika waktu ku terlalu singkat untuk ku lewati dengan-Mu ..
jika tawa ku terlalu sedikit untuk ku bagi bersamamu-Mu ..
tapi terlalu sering bahu-Mu ku basahi dengan air mata ..
ku bebani k.a.u dengan masalah-masalah ku ..
ku lelahkan k.a.u dengan tingkah ku ..
tak bisa ku hitung berapa kali lidah ku menyakiti hati-Mu ..
namun k.a.u selalu memberi ku "semangat" ..

maaf ..
jika semua itu hanya mampu ku tebus dengan "ucapan terima kasih" ..

»»  READ MORE...

Kesempatan Ku

Kau yg tlah memberi ku kesempatan hingga detik ini
Kau yg memberi ku ketegaran sampai ku ikhlas menjalani'nya
Kau adalah kekuatan ku , arah dr jalan ku

tp sungguh , aku merasa ingin menyerah
menyerah pd takdir yg tlah Kau gariskan pd ku
apa aku sanggup untuk terus menahan'nya ??
aku tidak tau Yaa Rabb

yaah aku disini mencoba untuk bertahan dr semua yg Kau hadiah kan pd ku
tp aku tak yakin akan dapat bertahan
semua yg ku lakukan mungkin hanya sia*
karna ku tak sanggup lg , aku lelah

kesendirian ini membuat ku semakin tak berdaya
siapa yg peduli terhadap seseorang seperti ku ?? dan jawaban'nya adalah "Tidak Ada"
yaah sabar , ikhlas , lapang dada , pantang menyerah .. itu kata* yg sangat mudah di ucapkan , tp sungguh sangat ku lakukan Yaa Rabb
kan ku coba berusaha melakukan'nya meski ku sendiri

»»  READ MORE...

Pasrah Ku Hanya Pada-Mu

ku alami semua ini atas kehendak-Mu
ku pasrahkan semua ini atas kehendak-Mu
ku coba bersabar dan terus beristighfar hanya karna-Mu

tak pernah ku bayangkan Kau menguji ku seperti ini
tp apa daya ku ??
aku hanya manusia biasa yg sangatlah kecil di hadapan-Mu
Kau Maha Pemberi Segala'nya Yaa Rabb

beri aku kesabaran agar ku dapat menjalani'nya sesuai batas ku
aku tak'kan pernah menangis
aku tak'kan pernah menyerah

Terimakasih Yaa Rabb
ku anggap ini sebagai hadiah terindah dari-Mu :)
»»  READ MORE...

Tak Ku Tahu Jawabnya

Tuhan .... Apa itu Kesabaran ????
Tak pernah ku berhenti menanyakannya kepada-Mu
Hingga ku dapat jawabnya
Aku akan tetap bertanya

Air itu masih mengalir di pelupuk mata
Yang tak pernah ku tahu kapan berhentinya
Dan ku masih bertahan dalam diam

Mentari seakan tak pernah menyapa ku lagi Tuhan ...
Seperti tak peduli aku bagaimana
Ku mohon , tunjukkan ku Bahagia-Mu ...

»»  READ MORE...

Kamis, 19 Januari 2012

My Feel

aku gak tau apa yang lagi aku rasain sekarang ke kamu . entah itu suka atau gak ... aku bingung
tapi jujur , aku ngerasa nyaman banget kalo aku lagi sama kamu . ngobrol ini itu , jalan bareng , makan , becanda .. yups aku nyaman
kamu ada disaat lagi aku butuhin bantuan kamu , tapi bukan maksud aku buat manfaatin kamu yaah ... itu jauh dari fikiran ku
aku seneng pas kamu ngajak aku ke tempat yang Subhanalloh Indah banget ^_^ . disaat hati sama fikiran aku lagi gak pas , kamu ajak aku kesitu ... makasih ^_^
kita jalan-jalan muterin tempat itu , kita makan , kita foto , dan kita sholat bareng disitu ... gak berhentinya aku bilang makasih sama kamu , mungkin kamu bosen denger aku ngucapin itu hehehe

aku gak tau harus ngomong apa lagi , aku bingung sama perasaan aku ke kamu
kamu baik , kamu sopan , kamu tau caranya ngehargai aku sebagai perempuan tuh kaya gimana , dan ibadah mu juga bagus ... aku kagum sama kamu
aku seneng pas aku pergi diem-diem dari kalian karena ada suatu hal yang bikin aku pengen sendiri .. kamu pergi cariin aku , mungkin kamu khawatir sama aku ... tapi itu masih mungkin
hmmm yaah aku bukan perempuan yang kamu suka , dan aku tau itu ...

ohh iya , kita udah ngerencanain mau jalan-jalan . tapi karena kamu ada acara keluarga , yaah udah acara itu batal . kamu tau perasaan aku kaya gimana ???? aku cukup kesel sama kamu , karena sebelumnya kita juga udah pernah mau nonton tapi kamu datangnya telat dan itu juga batal ...
yaps itu kesel banget .... !! mau marah , kamu bukan siapa-siapa aku . aku bingung !!! yaa udah aku diem aja
maaf aku curahin semua perasaan aku slama ini , aku gak bisa ngomong langsung ...

akhir-akhir ini kamu mulai beda sama aku , aku gak tau kamu kenapa . mau nanya aku malu , emang aku ada salah apa sama kamu ???? apa aku bikin kamu tersinggung ???
maaf kalo slama ini ada sifat-sifat aku yang bikin kamu kesel , mungkin sikap jutek sama judes aku atau yang kamu tau ...

»»  READ MORE...

Percakapan Rasulullah SAW dengan Iblis

          Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah SAW untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.
Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, "Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah SAW. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras"


Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu. Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah SAW. Maka sambut Iblis (alaihi laknat), "Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?"

Maka jawab Nabi dengan marah, "Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam A.S sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu"  
"Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia disisi Allah Azza Wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?"

Taklimat Iblis, "Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya"

Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, "Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu"

Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada dimajlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku.
  • Pertanyaan Nabi (1) : "Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?"
         Jawab Iblis : "Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar diantara segala musuhku dimuka bumi ini"
Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, "Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk kedalam neraka dan kekal didalamnya bersamaku"

  • Pertanyaan Nabi (2) : "Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?"
          Jawab Iblis : "Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan kejalan haram. Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat"

  • Pertanyaan Nabi (3) : "Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?"
         Jawab Iblis : "Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka. Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat.
Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain aripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid'ah dan carut-marut. Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut"

  • Pertanyaan Nabi (4) : "Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?"
          Jawab Iblis : "Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku"

  • Pertanyaan Nabi (5) : "Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?"
          Jawab Iblis : "Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya - matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman"

  • Pertanyaan Nabi (6) : "Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?"
          Jawab Iblis : "Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya"

  • Pertanyaan Nabi (7) : "Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?"
          Jawab Iblis : "Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya"

  • Pertanyaan Nabi (8) : "Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?"
          Jawab Iblis : "Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa"

  • Pertanyaan Nabi (9) : "Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?"
          Jawab Iblis : "Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar - besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: "Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk."
Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a'zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.
Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, "Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku", karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar 'Al-Faruq'.
Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, "Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid"
Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Bergelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' - dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah' dan engkau sendiri berkata, "Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya." Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya"

  • Pertanyaan Nabi (10) : "Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?"
          Jawab Iblis : "Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a.s, "Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat." Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat. Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur."

  • Pertanyaan Nabi (11) : "Siapa yang serupa dengan engkau?"
          Jawab Iblis : "Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam."

  • Pertanyaan Nabi (12) : "Siapa yang mencahayakan muka engkau?"
          Jawab Iblis : "Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji."

  • Pertanyaan Nabi (13) : "Apakah rahasia engkau kepada umatku?"
          Jawab Iblis : "Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari."

  • Pertanyaan Nabi (14) : "Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?"
          Jawab Iblis : "Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang."

  • Pertanyaan Nabi (15) : "Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?"
          Jawab Iblis : "Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu', maka padamlah marahnya."

  • Pertanyaan Nabi (16) : "Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?"
          Jawab Iblis : "Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri,bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu."

  • Pertanyaan Nabi (17) : "Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?"
          Jawab Iblis : "Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib dan isya', aku beratkan hatinya untuk sholat."

  • Pertanyaan Nabi (18) : "Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?"
          Jawab Iblis : "Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam."

  • Pertanyaan Nabi (19) : "Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?"
          Jawab Iblis : "Orang yang duduk didalam masjid serta beriktikaf di dalamnya"

  • Pertanyaan Nabi (20) : "Apa lagi yang memecahkan mata engkau?"
          Jawab Iblis : "Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka, membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, 'Syurga itu di bawah tapak kaki ibu'" 

SUMBER :  http://www.facebook.com/indryilham#!/pages/Muhasabah-Cinta/167385529974625?sk=notes&s=10

»»  READ MORE...

Selasa, 17 Januari 2012

Bunda --- Potret

Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirkupun melayang

Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu ditimang

Nada - nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya

Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan

Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku
»»  READ MORE...

Senin, 16 Januari 2012

Ayah ... Bunda ...

Delapan belas tahun yang lalu
Ya ......
Kalian mengharapkan hadirnya seseorang yang akan melengkapi hidup kalian
Seseorang yang pasti mengalir darah kalian dalam tubuhnya

Ketahuilah wahai Ayah dan Bundaku ....
Sekarang gadis itu beranjak dewasa
Sekarang gadis itu tengah merindukan kalian
Ya ....... merindukan kalian ditengah jauhnya jarak yang memisahkan
Dan percayakah kalian bahwa gadis itu adalah aku ???

Iya ......
ini semua masalah jarak
ini semua masalah waktu
dan ini semua masalah angan

Ayah ....
Bunda ....
ku buka kembali kenangan yang telah kita rajut bersama
Kini memori itu semakin terekam jelas
Semuanya semakin besar dan semakin memenuhi fikiranku
Maafkan ananda ...
Maafkan ananda ...
Karena tidak adanya ananda disamping kalian
Karena tidak adanya jasad ananda untuk temani kalian saat ini

Kini ....
Waktu yang bergulir di dinding kamar
Menyadarkan diri ini dalam lamunan panjang
kupalingkan mata ke tempat dimana foto kalian bertengger di salah satu sisi kamar

Masya Allah ...
Kalian tidak semuda dulu
Keriput mulai menghias di wajah cantik dan tampan kalian
Rambut putihpun tak urung menyertai dan hinggap di kepala kalian
Aku takut bunda
Aku takut ayah
Aku takut anakmu ini tidak bisa bahagiakan kalian
Peluk aku ayah
Cium aku bunda

Lihat ayah ...
Dada bidangmu .. Tangan besarmu ..
Jalan tegapmu .. Pundak kekarmu ..
Kini semakin rapuh dimakan masa
Pundak tempatku kecil bermain
Dada tempatku kecil menangis
Dan tanganmu tempatku kecil berlindung
Peluk aku ayah

Pandanglah Bunda ...
Air matamu .. Senyummu ..
Marahmu .. Pengorbananmu ..
Perlahan menumbuhkan butiran air mata di kelopak mataku
Air yang berbulir karena kerinduan kepadamu
cium aku bunda

Aku rindu kepadamu ayah ...
Aku rindu kepadamu bunda ...
Berapa waktu yang aku sia - siakan saat kita bersama ???
Berapa banyak air mata yang kalian jatuhi kala aku sakit, kala aku nakal ???

Masa itu ...
Masa terindah dalam hidupku
Kalian inginkan yang terbaik untukku
Dikala baru lulus SMP, aku memaksa sekolah diluar kota
Dengan berat hati, kau titipkan aku pada TUHAN ...

Ananda belum sempat bahagiakan kalian
Ananda terlalu banyak membuang waktu kita
Izinkan ananda berbakti
Berbakti dengan cinta ananda yang utuh untuk kalian

Ayah ....
Bunda ....
Peluk aku ...
Cium aku ...




SUMBER : http://www.facebook.com/indryilham#!/note.php?note_id=177470135662258

»»  READ MORE...

Gelombang yang Berteriak

Well ... Ketika hatiku sunyi, inginku teriakkan kata itu !!!
ah ... sebuah kata penuh noda
aku lelah, lelah dengan penantian yang tak pasti
pantai itu .... ombak itu ... seakan menjadi diriku
meneriakkan setiap gelombang nafsu amarahku
meneriakkan setiap gelombang beban yang selalu menghantui ku
bahkan meneriakkan setiap rasa kalut yang selalu ada mengiringi langkahku
hei laut ...!!
aku ingin ... bebasss ... bebas bagaikan burung - burung merpati yang indah itu
bebas bagaikan ikan - ikan dilautmu
menyusuri setiap lorong - lorong alam laut nan angkuh
dan aku ... ingin aku menjadi bagian dari samuderamu
cukup samuderaa,,!!

cukup..!!!
aku ini cuma manusiaaa !!!!!!!
bukan pantai yang bisa kau kikis pasirnya
bukan perahu yang bisa kau nahkodakan hatinya





Karya Rahmarani Hakim
Puisi yang sengaja dibuat oleh salah satu sahabat ku ini adalah sebagian kata - kata yang mewakili apa yang lagi aku rasain sekarang ... Entah itu Sakit, Takut, Lelah, dan ingin rasanya ku teriak sekeras mungkin, lari sejauh yang ku bisa, dan pergi ke tempat yang dapat membuat batin ku tenang ..
Makasih Rani ^_^

»»  READ MORE...

Everything I Do (I Do it For You) --- Bryan Adams

Look into my eyes, you will see
What you mean to me
Search your heart, search your soul
And when you find me there you'll search no more

Don't tell me it's not worth trying for
You can't tell me it's not worth dying for
You know it's true
Everything I do, I do it for you

Look into your heart, you will find
There's nothing there to hide
Take me as I am, take my life
I would give it all, I would sacrifice

Don't tell me it's not worth fighting for
I can't help it, there's nothing I want more
You know it's true
Everything I do, I do it for you
Oh yeah

There's no love, like your love
And no other, could give more love
There's nowhere, unless you're there
All the time, all the way, yeah

Look into your heart, baby
Oh, you can't tell me it's not worth trying for
I can't help it, there's nothing I want more
Yeah, I would fight for you, I'd lie for you
Walk the wire for you, yeah I'd die for you

You know it's true
Everything I do, oh, I do it for you

Everything I do, darling
And we'll see it through
Oh we'll see it through
Oh yeah ... Yeah!

Look into your heart
You can't tell me it ain't worth dying for
Oh yeah

I'll be there, yeah
I'll walk the wire
Oh, yeah
I'm going all the way, all they way, yeah
»»  READ MORE...

Takdir Cinta --- Rossa

Ku tutup mataku
Dari semua pandanganku
Bila melihat matamu
Ku yakin ada cinta
Ketulusan hati yang mengalir lembut

Penguasa alam tolonglah pegangi aku
Biar ku tak jatuh pada sumur dosa
Yang terkutuk dan menyesatkan cintaku

Andaikan ku bisa lebih adil
Pada cinta kau dan dia
Aku bukan nabi yang bisa sempurna
Ku tak luput dari dosa

Biarlah ku hidup seperti ini
Takdir cinta harus begini
Ada kau dan dia bukan ku yang mau
Oh Tuhan tuntunlah hatiku
»»  READ MORE...

Minggu, 15 Januari 2012

ISTIQOMAH

Cukup cintai Dia dengan Diam
Hingga cinta menguatkan mu
Bahwa kamu dan Dia berada dalam suatu takdir
Usah kamu umbar rasamu
Cukuplah Allah SWT yang tahu rasa ini karena belum tentu Dia adalah calon Imam mu
Yakinlah akan janji Allah SWT "Perempuan yang baik untuk Laki-laki yang baik, begitupun sebaliknya"
Terus perbaiki diri begitupun calon Imam kita disana Dia sedang memperbaiki dirinya
Karena Jodoh kita adalah cerminan dari diri kita
Laa Tahzan .... Sampai Akad nikah   ^_^
»»  READ MORE...

Jumat, 13 Januari 2012

Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) di Indonesia

    Indonesia sebagai salah satu negara penganut welfare state menjadikan kesehatan sebagai salah satu pelayanan sosial. Di Indonesia kesehatan merupakan hak setiap warga negaranya, hal tersebut tertuang dalam amandemen UUD 1945 pasal 28-H dan UU No. 23 Tahun 1992. Sebelum tahun 1992 jaminan kesehatan yang diberikan hanya sebatas bagi pegawai negeri, sedangkan untuk masyarakat sipil jaminan kesehatan lebih pada pembiayaan sendiri seperti asurasi swasta. Kemudian melalui UU No. 3 Tahun 1992 muncul Jaminan Kesehatan Tenaga Kerja (JKTK) dan melalui UU No. 23 muncul jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat (JPKM). Dari beberapa program yang ada tersebut terlihat bahwa pemerintah berusahan memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh warga. Pada saat ini pengembangan jaminan pelayanan kesehatan yang ada di Indonesiadiantaranya sebagai berikut : 
  • Jaminan Pemeliharan Kesehatan Keluarga Miskin (JPK-Gakin) 
  • Pengembangan Jaminan Kesehatan (JK) sebagai salah satu sistem jaminan sosial nasional. 
  • Jaminan kesehatan berbasis sukarela seperti asuransi kesehatan komersial dan jaminan kesehatan masyarakat (JPMK) sukarela 
  • Pengembangan jaminan kesehatan informal seperi jaminan kesehatan mikro (danasehat) dan dana sosial masyarakat.
       
Logo JAMKESMAS Indonesia

        Anggaran APBN untuk kesehatan pada tahun 2010 ini sekitar Rp. 21 trilliun dimana dana tersebut akan dialokasikan untuk Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). Di Indonesia pelayanan kesehatan di berikan kepada masyarakat miskin dan pegawai negeri melalui PT. Askes dan sistem pelayanan kesehatan diselenggarakan berdasarkan prinsip asuransi sosial dan prinsip ekuitas. Jaminan kesehatan kepada rakyat miskin dikenal dalam program Asuransi Kesehatan Rakyat Miskin(ASKESKIN) dan saat ini sudah berganti nama menjadi Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). Jamkesmas merupakan program dari pemerintah sebagai salah satu bentuk pelayanan sosial bidang kesehatan bagi masyarakat miskin dan merupakan sebuah kebijakan dari pemerintah yang pro-poor . Dengan diberlakukannya Jamkesmas ini diharapkan masyarakat miskin tetap bisa mengakses kesehatan mengingat mahalnya biasa kesehatan saat ini. Dalam program ini masyarakat diharapkan bisa mendapatkan keringanan pembayaran dan bahkan bisa gratis bagi yang benar-benar tidak mampu
         
       Walaupun keliahatanya program pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia cukup memadai akan tetapi tidak pada pelaksanaannya. Kenyataan yang terjadi dilapangan bahwa tidak semua penduduk miskin mendapatkan pelayanan Jamkesmas dikarenakan mereka tidak terdaftar. Saat ini masih banyak didapati penduduk miskin yang tidak bisa mengakses kesehatan melalui Jamkesmas, selain itu program ini belum merata pada wilayah Indonesia bagian timur. Hal tersebut menunjukan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan pemerintah masih belum merata. Permasalahan lain yang timbul dalam akses pelayanan kesehatan ini mengenai kualitasdari pelayanan kesehatan tersebut. Seperti yang telah diketahui bahwa para pengguna dariJamkesmas ini kebanyakan adalah masyarakat miskin, dan pelayanan yang diberikan kepada para pengguna Jamkesmas ini berbeda dengan pasien yang tidak menggunakan Jamkesmas.Kebanyakan para pengguna layanan kesehatan melalui Jamkesmas mendapat perlakuan yangkurang mulai dari prosedur hingga pelayanan. Prosedur yang harus dilewati untuk dapat menggunakan Jamkesmas ini sangat berbelit-belit sehingga menyusahkan dalam hal ini misalnya saja pasien pengguna Jamkesmas dalam keadaan kritis dan harus mendapatkan pelayanan segera, namun yang terjadi pasien tersebut harus bersabar dulu untuk mendapatkan pelayanan dan harus mengurus administrasi. Sering kali juga masih ditemui dokter dalammelayani pasien yang menggunakan Jamkesmas berbeda kesigapannya dalam bereaksi.Kemudian untuk ruang perawatan bagi masyarakat miskin yang menggunakan Jamkesmassangatlah tidak nyaman, mereka mendapat ruang kelas III dengan fasilitas lebih rendah jika dibandingan dengan standar internasional.

Antrian Masyarakat di Rumah Sakit

         Kelemahan lain dari jaminan untuk rakyat miskin ini tidak bisa diakses disemua Rumah Sakit yang ada, jaminan kesehatan ini hanya bisa digunakan di rumah sakit milik pemerintahdan rumah sakit swasta yang berkerja sama dengan pemerintah saja, tentunya hal tersebut sangatlah tidak efektif dan efisien. Ketidakdiaan informasi atau pembekalan yang jelas kepada masyarakat luas membuat masyarakat terombang-ambing dan tidak tahu harus mulai dari mana penggunaan prosedurnya. Selain itu mengenai obat-obatan yang digunakan dalam jaminan kesehatan ini, tidak semua obat ditanggung oleh pemerintah artinya jika ada masyarakat miskin yang membutuhkan obat diluar daftar tertanggung maka mereka harus membeli sendiri obat tersebut. Dibandingkan dengan New Zealand jaminan kesehatan yang diberikan pemerintah Indonesia kepada masyarakat miskin masih jauh dari kata layak. Di Indonesia pemberian jaminan kesehatan baru terbatas pada orang miskin saja, padahal seperti yang tertuang dalam UUD 1945 pasal 28-H yang menyatakan diaman setiap warga negara berhak mendapat jaminan sosial termasuk didalamnya adalah kesehatan. Sehingga pada kenyataan yang terjadi dilapangan masalah jaminan kesehatan belum berjalan dengan baik karena belum semua penduduknya mendapatkan akses tersebut. Selain itu untuk sistem penjaminan kesehatan bagi para pegawai di negara ini baru terbatas bagi pegawai negeri saja, untuk pegawai swasta penjaminan kesehatan dilakukan secara personal melalui asuransi personal. Mengenai asuransi yang diberikan kepada pegawai negeri juga belum cukup memadai walaupun istri dan beberapa orang anak ikut mendapatkan penjaminan kesehatan, akan tetapi asuransitersebut hanya memberikan potongan biaya yang tidak seberapa. Permasalahan lain yang ada,teryata samapai saat ini masih banyak dijumpai pegawai negeri yang belum memiliki ASKES (Asuransi Kesehatan) padahal mereka sudah berkerja bertahun-tahun. Hal-hal yang telahditunjukan diatas menunjukan bahwa pelaksanaan pelayanan dibidang kesehatan masih sangat membutuhkan perbaikan karena secara keseluruhan belum terlaksana dengan baik.



*************************************


PENDAPAT PRIBADI

        Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) di Indonesia Saya rasa masih kurang baik dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, seperti Malaysia, Brunnei Darussalam, India , dan sebagainya. karena menurut Saya, untuk mendapat Jaminan Kesehatan tersebut masih sangat sulit didapatkan. padahal yang sangat membutuhkan jaminan tersebut adalah rakyat kurang mampu. ada saja persyaratan yang berbelit-belit harus dilaksanakan oleh mereka. bila dilihat dari awal perencenaan JAMKESMAS adalah usaha pemerintah dalam membantu rakyat kurang mampu untuk mendapatkan jaminan kesehatan yang menunjang bagi mereka. akan tetapi, dalam pelaksanaannya masi jauh dari perkiraan. karena seperti yang sudah Saya katakan bahwa persyaratan untuk mendapatkannya terbilang sangat rumit. contohnya adalah meminta surat keterangan tidak mampu kepada RT dan kecematan setempat, belum lagi saat memintanya ada BIAYA TAK TERDUGA yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum pegawai pemerintah. kalaupun masyarakat kurang mampu tersebut telah mendapatkan JAMKESMAS atau ASKES (Asuransi Kesehatan), itu masih tidak seimbang dengan pelayanan yang mereka dapatkan. karena masih kurangnya sumber dana, sumber daya manusia (SDM), dan faktor lingkungan yang belum menunjang. kesehatan lingkungan itu adalah faktor terpenting dalam sebuah negara yang dapat menunjang kesejahteraan negara tersebut.


SUMBER : http://www.scribd.com/doc/39960662/ADM-SOS

»»  READ MORE...

Rabu, 11 Januari 2012

Aku Mencintaimu Suamiku

Cinta itu butuh kesabaran  …
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita ???
Hari itu .. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita. Aku menjadi perempuan yg paling bahagia. Pernikahan kami sederhana namun meriah, Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu. Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula. Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya. Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu. Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci …. Aku sangat bahagia dengannya dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku. Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.

***

Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami. Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.
Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku … Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA. Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku. Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…
Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu. Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.
Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.
Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya. Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup. Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”,  ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya. Lalu, Ibu nya berbicara denganku, “Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”
Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut, aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan. Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya. Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja”.
Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya Salah ataupun Tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.
Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.

***

Hari itu .. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.
Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru saja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.
Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”
Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”
Aku menjawab, ”Ia sayang .. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memegang tiket bukan?”
“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.
“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.
”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.
”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.
Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku. Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama Suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena Suamiku sangat sayang padaku. Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami. Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.
Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.
Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.
Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku. Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya. Sampai keesokan harinya, aku terus menangis .. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.

***

Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang. Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.
Aku menangis .. apa yang bisa aku banggakan lagi
Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.
Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu
Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku. Lebih baik aku tutupi dulu tentang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang. Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung.
Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk. Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.
Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.
Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.
Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini. Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami. Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya. Masya Allah .. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku.
Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.
Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.

***

Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi. Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku? Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku dan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja sendiri !!!”. Telpon pun langsung terputus.
Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku. Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah. Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.
Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.

***

Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan. Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir. Bersyukurlah .. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku. sungguh .. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.
“Ya, ada apa Yah ?” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”.
“Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas.
“Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.
Astaghfirullah .. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.
Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”
Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi. Lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa. Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku

***

Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini. Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya. Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir, tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda. Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya. Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.
“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.
”Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..
Nenek pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran !!“.
Aku menangis .. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?
“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu .. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.
Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.
“Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.
Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu. Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, “kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?“
MasyaAllah .. kuatkan hati ini Yaa Rabb .. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku. Aku selalu menutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.
“Fish, jawab !”. Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.
Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas. Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah. ‘’Untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami”. Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.
Aku lalu bertanya kepada suamiku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?”
Suamiku menjawab, ”Dia Desi !”.
Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.”
Ayah mertuaku menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi”.
”Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.
Tak tahan lagi air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku. Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini? Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, “sudah tidak cantikkah aku ini?“
Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya. Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu. Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti ! Iya kan?”.
Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.
Dalam hatiku bertanya, “mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, “sudah malam, kita istirahat yuk !“
“Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.
Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku. Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu.

***

Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku. Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku
save di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu Suamiku.”
Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku, “Apakah kamu sudah siap?”
Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata, “Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.
Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Bunda?”
Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar. “Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.
Dia mengangguk dan berkata, ”Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?”. sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.
Dia tersenyum sambil berkata, ”Kita lihat saja nanti ya !”. Dia memelukku dan berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama”..
Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, “Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu .. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima. jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan mencium kaki imamku sambil berkata, ”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.
Saat itu juga, diangkatnya badanku .. ia hanya menangis. Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, ”bunda baik-baik saja kan?” tanyanya dengan penuh khawatir.
Aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang“. Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.

***

Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku. Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “Ayah jangan!!”, tapi aku ingat akan kondisiku.
Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya … aku kuat !!
Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu hatiku menangis.
Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini? Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.
Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana. Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah .. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.
“Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, “maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku”. Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah .. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini.
Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?”
Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.
Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”
”Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois”. Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.
Lalu suamiku berkata, ”Bun, Ayah minta maaf telah menelantarkan bunda. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta ayah dan satu lagi, ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat “seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda”.
Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.
Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Yah .. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah .. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu“.
Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.
Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.

***

Keesokan harinya, ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku. Aku pun dilarikan ke rumah sakit.
Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku, Aku merasakan tanganku basah. Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran. Ia menggenggam tanganku dengan erat dan mengatakan, ”Bunda, Ayah minta maaf !!”.
Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku? Aku berkata dengan suara yang lirih, ”Yah, bunda ingin pulang .. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah !”.
“Ayah jangan berubah lagi ya ! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah.”
Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata. Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.

Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku
Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka
Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.
Untuk Ibu mertuaku “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu. Ketahuilah Ma .. dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma? Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya”.


***

Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.
Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku? Aku dihina oleh mereka ayah. Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu? Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah, Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah ?
Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah.
Aku diusir dari rumah sakit. Aku tak boleh merawat suamiku. Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku. Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku. Aku sangat marah. Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan ibunya.

Aku tak mau sakit hati lagi..
Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..
Engkau Maha Adil..
Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..

Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku. Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu. Aku kuat ayah dalam kesakitan ini. Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku. Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..

Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu. Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui, tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku. Aku harus sadar diri. Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu. Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?
Ayah.. aku masih tak rela .. tapi aku harus ikhlas menerimanya.
Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya. Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku. Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir. Sebelum ajal ini menjemputku, ”Ayah .. aku kangen Ayah..”

***

’’Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda. Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini. Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri. Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur..
Bunda akan selalu hidup dihati ayah..
Bunda .. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah. Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya. Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu. Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin Ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus. Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..
Bunda .. kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui. Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku.
Bunda .. maafkan aku.
Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang, "Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja".
Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana? Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?
Tunggulah Ayah disana Bunda .. Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini ..
Aku mohon, "Ayah Sayang Bunda"


SUMBER  http://syamsa.wordpress.com/2010/03/03/aku-mencintaimu-suamiku%E2%80%A6%E2%80%A6%E2%80%A6%E2%80%A6/


»»  READ MORE...